Pertamina MOR V Ajak Remaja Melek Literasi Digital

oleh -
BERI MATERI : Ketua PWI Pipiet Wibawanto saat Memberi Materi dalam Workshop

 

TUBAN – Dunia digital begitu deras mengisi setiap sisi kehidupan manusia. Arus informasi setiap detik bertubi-tubi datang. Di era digital, harus pandai memilah mana informasi yang benar dan yang tidak tidak. Sehingga sebagai pengguna media digital, harus cerdas menggunakannya.

Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) V Jawa Timur peduli dengan perekmangan itu. Karena itu, perusahaan ini menggelar workshop “Literasi Digital Remaja” . Acara yang masuk rangkaian kegiatan Pertamina Peduli Lietrasi (PERTALIT) ini digelar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Manbail Futuh Jenu dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Manbail Huda Jenu, Kamis-Jumat tanggal 10-11 Mei.

Pertalit adalah program penggiat literasi dan pengembangan perpustakaan sekolah dan desa. Diluncurkan Pertamina MOR V pada bulan April 2018 kemarin. Program menyasar 7 titik, di antaranya: SMK Mambail Futuh Jenu, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Manbail Huda Jenu, SDN Remen 1 Jenu, SDN Remen 2 Jenu, SDN Tasikharjo Jenu, Desa Remen dan juga Desa Tasikharjo Kecamatan Jenu.

“Kami memandang perlu untuk menumbuhkan budaya literasi digital buat remaja sesuai SMP dan SMA,” kata Manajer Program Pertalit Sri Wiyono.

Produk digital yang sering dipergunakan oleh siswa dan remaja adalah berbagai jenis jejaring media sosial. Media sosial membuat komunikasi semakin mudah dan banyak keuntungan, tetapi ada juga dampak negatif yang perlu ditanggulangi bersama.

“Berita hoax, provokatif, dan ujaran kebencian yang sampai menjurus ke SARA merupakan salah satu dampak negatif penggunaan media sosial yang perlu ditanggulangi sedini mungkin. Terutama di kalangan remaja sebagai pewaris generasi selanjutnya,” terang Yono.

Dua pembicara yang mengisi materi workshop dihadapan para siswa adalah Dion Fajar Arianto, jurnalis Trans Media sekaligus Sekretaris Ronggolawe Press Solidarity (RPS) dan Pipiet Wibawanto, jurnalis MNC Media yang juga ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tuban.

“Dua pemateri tersebut berbicara segala hal tentang literasi di era digital, termasuk penggunaan media sosial dan segala konsekuensinya,’’ terangnya.

Program Pertalit mendapat banyak dukungan dari beberapa pihak. Selain penerima manfaat program, program peningkatan budaya literasi dan pengembangan perpustakaan ini didukung Bupati Tuban, Ketua DPRD Tuban, Sekda Tuban, Plt Kepala Dinas Pendidikan Tuban, dan juga Kepala Dispemas Tuban.

 

“Semoga kegiatan bisa meningkatkan budaya literasi dan membantu pengembangan perpustakaan bagi sekolah kami,’’ ujar Kepala SMK Manbail Futuh M. Syaroful Minan didampingi Kepala MTs Manbail Huda Abdul Wafa.

Sebelumnya, Unit Manager Communications & CSR Pertamina MOR V JatimBaliNus, Rifky Rahman Yusuf mengatakan, komitmen Pertamina untuk turut serta dalam gerakan leterasi di masyarakat cukup tinggi. Sebab, tugas bersama untuk meningkatkan pengetahuan, terutama melalui akses buku.

“Semoga saja kegiatan PERTALIT ini bisa bermanfaat lebih untuk masyarakat, terutama di Kabupaten Tuban,” tegasnya. (salam)