PMII Minta KUA-PPAS 2019 Dikaji Ulang

oleh -

Wartawan: Salam

Tuban,Tabloidnusa.com-Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasisiwa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tuban menggelar aksi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Kabupaten Tuban, pada Selasa (24/7/2018).

Dalam aksinya tersebut, Ketua PC PMII Tuban, Habib Mustofa menyuarakan, tentang pembahasan Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2019. Terutama pada anggaran pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) sebesar Rp 70,4 miliar yang dirasa tidak adanya dampak pengentasan kemiskinan yang menjadi program komitmen Pemerintah.

“Kami mendesak agar pemerintah Kabupaten Tuban mengkaji ulang KUA-PPAS tahun 2019,” terang Habib Mustofa dalam orasinya.

Menurutnya, pembahasan KUA-PPAS merupakan cermin awal atas arah kebijakan yang dilakukan oleh Pemkab Tuban. Tentunya kebijakan tersebut secara substansi akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat diantaranya pengentasan kemiskinan.

“Sedangkan, angka kemiskinan di Bumi Wali Tuban yang menempati rangking 5 di Jawa Timur. Semisal kalau anggaran sebesar Rp 70,4 miliar untuk memberikan beasiswa anak yang kurang mampu dan tidak bisa masuk diperguruan tinggi sebanyak 300 anak maka bisa sampai lulus sarjana,” bebernya.

Pantauan di lapangan, selama aksi di depan Kantor Pemkab Tuban para mahasiswa diterima dengan baik oleh Asisten Pemerintahan Tuban, Ahmad Amin Sutoyo. Usai mediasi menyatakan apresiasi kepada aktivis PMII Tuban yang telah menyampaikan aspirasinya.

“Kami apresiasi kepada peserta aksi dari PMII Tuban yang telah menyampaikan aspirasinya dan ini merupakan kepedulian terhadap pembangunan Tuban,” terangnya.

Sementara itu, dalam aksinya di gedung DPRD para mahasiswa ini ditemui Humaa DPRD Tuban, Sri Hidajati. Dihadapan mahasiswa Ia mengatakan, akan menyampaikan tuntutan dari mahasiswa kepada Ketua DPRD Tuban dan anggotanya yang sedang melakukan Reses ke masyarakat untuk jaring Aspirasi.

“Nanti akan kita sampaikan, karena hari in agenda dewan sedang reses semua,” terangnya.

Dan dalam aksinya membawa Baner yang bertuliskan:

1.Tidak sesuai program pemerintah tentang penge tasan kemiskinan.
2. Tidak adanya keperpihakan kepada kemiskinan.
3. PEMDA tidak komitmen terhadap program pengetasan kemiskinan.(Lam/Wn)

Link Banner