Program Integrasi Peternakan, Perikanan dan Pertanian di Parengan Dapat Apresiasi Bupati

oleh -
Bupati Tuban meninjau program inegrasi kolam lele

Tuban-Program integrasi peternakan dan perikanan serta pertanian di Desa Brangkal, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban berupa ternak sapi yang menjadi satu dengan budidaya lele dan kebun tanaman cabai yang dikelola oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Rukun Makmur  mendapat apresiasi dari Bupati Tuban, H Fathul Huda.

Saat dikunjungi Fathul Huda, program bentukan inovasi Dinas Perikanan dan Peternakan mendapat poin tersendiri dari orang nomor satu di Kabupaten Tuban tersebut. Bahkan, bupati tercengah melihat 3 bidang yang dilaksanakan sekaligus secara bersamaan dapat berjalan sukses.

“Ini program yang bagus, perlu diterapkan di daerah lain,” kata Bupati Tuban, H Fathul Huda, Kamis (22/3).

Ia menyampaikan, jika terbukti memberi keuntungan program ini harus ditularkan kepada kelompok tani lainnya. Sebuah keberhasilan perlu ditiru dan diterapkan di daerah lain. Bila sukses maka bisa saja program ini dapat mengentas kemiskinan.

“Kami harap program ini segera direalisasikan di daerah lain, asalkan pengelolanya bisa sungguh-sungguh,” terang bupati yang juga mantan Ketua PCNU Tuban tersebut.

Bupati meninjau tanaman cabai hasil program integrasi

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tuban, M. Amenan mengungkapkan, pada dasarnya program integrasi ini memiliki konsep untuk tambahan rantai nilai yang menghasilkan. Konsep ini meliputi semua aktifitas ekonomi saling berkaitan dan bermanfaat.

“Kami contohkan kenapa dipilih lele dalam program ini, menurutnya pemilihan ini karena air dari kolam lele masih banyak mengandung protein tinggi. Sehingga, sayang jika air dari kolam tersebut dibuang. Dari proteinnya masih tinggi maka bisa digunakan sebagai bahan baku untuk tanaman cabe, intinya limbah air kolam lele masih bisa bermanfaat,” urai Amenan.

Amenan menambahkan, sebenarnya Diskanak ingin mengoptimalkan aspek pendapatan tidak hanya pada produksi saja. Melainkan, dapat mengoptimalkan kelompok tani yaitu dengan lahan yang sama. Melalui konsep program ini petani bisa meningkatkan pendapatannya dan memastikan pendapatan harian, bulanan, bahkan tahunan.

“Dengan program ini kelompok tani bisa lebih jelas potensi pendapatannya. Setiap tiga bulan bisa panen lele, ternak sapi yang kita bantu dalam keadaan bunting diperkirakan tiga bulan lagi lahir, belum lagi untuk cabe yang bisa panen tiga sampai empat bulan lagi. Bahkan, dengan program ini lebih menguntungkan hasilnya, jauh melebihi pendapatan mereka jika hanya mengurusi lele atau cabe saja. Keuntungannya program ini dengan lahan yang terbatas tetap bisa dioptimalkan,” papar kepala dinas alumnus perikanan Unibraw itu.

Menurut Amenan, pengoptimalan juga bisa dilakukan pada ternak sapi yang biasanya sulit mendapat bahan baku untuk makanannya.  Melalui optimalisasi lahan bisa ditanami rumput odot, sehingga bahan makanan ternak sudah tersedia.Ketika dibutuhkan setiap saat dan tidak perlu mencari lagi. Sementara kotoran sapi sendiri bisa dijadikan  pupuk. Intinya tidak ada limbah yang tidak bisa di maksimalkan pemanfaatannya.

“Untuk pemilihan lokasi yang dipilih dalam program ini, semua berasal dari usulan petani atau kelompok tani. Setelah itu diseleksi oleh Diskanak Tuban dan jika memenuhi syarat akan diberikan kepada mereka. Minimal ukurannya 1.500 sampai 2.000 meter persegi, bahkan hasilnya bila di compare hasilnya melebihi yang lahannya satu-dua hektar,” tambahnya.

Sementara itu, selama dua tahun terakhir sejak 2017 lalu sudah ada 18 kelompok masyarakat yang menerima program ini. Akan tetapi, integrasinya menyesuaikan dengan kondisi masing-masing. Sedangkan, anggarannya diambilkan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada Diskanak Tuban.

“Besarannya mencapai Rp 1 milyar untuk dibagi pada 5 kelompok masyarakat yaitu di Panyuran, Brangkal, Pandan Agung, Menturo, dan Sumurgung,”: bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Brangkal, Zainal Muttaqin mengucapkan, terimakasih kepada pemkab Tuban yang sudah memberikan program integrasi kepada masyarakat Desa Brangkal. Ia menilai, program integrasi ini sangat membantu dalam menambah pendapatan warganya yang tergabung dalam Pokmas Rukun Makmur. Pasalnya, dengan lokasi yang luasnya hanya 7.300 meter bisa ditempati untuk ternak sapi, lele dan tanaman cabe. Luas ini baru setengahnya yang dimanfaatkan, untuk yang lain direncanakan juga segera ditanami tanaman cabe jenis imola dan colombus yang dirasa memiliki harga dipasaran yang lumayan tinggi.

“Untuk kolam lele yang terdiri dari 8 kolam dan satu kolamnya berisi benih 1.500 ekor atau secara keseluruhannya 12.000 ekor lele saat ini sudah siap dipanen,” terangnya.

Zainal menyampaikan, program yang diberikan Pemkab Tuban melalui Diskanak Tuban ini  sangat berguna. Bahkan, jika akan ditambah lagi bantuannya masyarakat akan siap mengembangkannya.

“Jika mau ditambah lagi bantuannya, kami siap menerima dan menjalankannya sebaik mungkin,” pungkasnya.(Suwandi)