Program Pemberdayaan SIG Mulai Dirasakan Manfaatnya

oleh -

TUBAN
Wartawan : Eka Febriyani
Tabloidnusa.com – Program pemberdayaan masyarakatyang digelontorkan PT Semen Indonesia (persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban sejak 2018 mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah pengembangan perusahaan.

Hal ini seperti dirasakan oleh masyarakat Desa Tobo, Kecamatan Merakurak. Banyak program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh perusahaan di desa yang tidak jauh dari berdirinya pabrik semen tersebut.

Antara lain, budidaya kambing, ayam petelur, pengadaan traktor, irigasi pertanian, dan beberapa program lainnya.

“Konsep pemberdayaan ini dilakukan Semen Indonesia sejak 2018. Dan untuk Desa Tobo sendiri setiap tahun rata-rata mendapatkan dana CSR yang sebagian besar untuk pemberdayaan ini sebesar Rp 275 juta,” terang, Koordinator Forum Masyarakat Kokoh (FMK) Desa Tobo, Sugiharto, saat ditemui di balai desa setempat, Sabtu (21/11).

Menurutnya, penyaluran dana tanggung jawab sosial dengan konsep pemberdayaan masyarakat ini dirasa sangat bagus.

Sebab, dapat menyerap tenaga yang tidak sedikit. Selain itu, juga masyarakat dapat belajar berwirausaha dengan difasilitasi Semen Indonesia.

“Untuk tahun ini ada 9 Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) yang mendapat bantuan dari perusahan. Jika rata-rata OMS beranggotakan 10 orang berarti sudah 90 orang penerima manfaat. Lha OMS anggotanya ada yang lebih dari 10 orang,” ungkapnya.

Sementara itu, GM of Corporate Communication PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban, Fardhi Sjahrul Ade, mengatakan, Semen Indonesia tetap konsisten dalam membangun lingkungan dan memberdayakan masyarakat yang berada di wilayah sekitar perusahaan.

Ada 26 desa di 3 kecamatan yang menjadi fokus sasaran program dari perusahaan.

“Dalam memberikan program kepada desa-desa tersebut, komunikasi intens juga telah terbangun yang melibatkan kepala desa, camat, tokoh masyarakat dan forum masyarakat kokoh (FMK) agar bantuan atau program yang direalisasikan bisa tepat sasaran dan sesuai dengan yang dibutuhkan di masing-masing desa,” ungkapnya.

Menurutnya, di tahun 2020 ini terdapat 8 cluster pemberdayaan yang sudah direalisasikan, sedangkan di masing-masing desa sedikitnya ada 3 cluster.

Melalui upaya perusahaan seperti itu harapannya masyarakat dapat mengembangkan masing-masing wirausahanya sehingga bisa meningkatkan perekonomian warga sekitarnya, sehingga lebih mandiri dan sejahtera.

“Program pemberdayaan di Desa Tobo sendiri terdapat 6 cluster meliputi irigasi terpadu, unggas, kambing, perikanan, pertanian, usaha kreatif,” pungkasnya. (yon)