Program Standarisasi Al Qur’an STITMA Resmi Dibuka

oleh -

Tuban-Dalam rangka mewujudkan visi sebagai kampus religius, kampus STITMA Tuban mulai mencanangkan program standarisasi Al Qur’an untuk mahasiswanya. Program tersebut langsung diresmikan oleh Ketua STITMA Tuban, Akhmad Zaini di gedung aula lantai 3 kampus setempat, pada Sabtu (21/4/2018) kemarin.

“Alhamdulillah telah resmi dibuka program standarisasi Al Qur’an STITMA dengan ditandai diklat standarisai guru Al Qur’an metode tilawati oleh tim Tilawati Cabang Tuban,” kata Ketua STITMA Tuban, Akhmad Zaini kepada Tabloidnusa.com, Minggu (22/4/2018)

Kata dia, sebagai pelaksana teknis program tersebut pihak kampus telah membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dengan lembaga Pusat Studi Al Qur’an (PSQ). Kedepan targetnya seluruh mahasiswa STITMA sebelum ujian sekripsi sudah mendapatkan syahadah Al Qur’an.

“Kami berharap setelah lulus mahasiswa STITMA juga mengantongi syahadah Al Qur’an,” ujar Ketua STITMA yang juga mantan Redaktur Jawa Pos itu.

Mahasiswa STITMA antusias mengikuti diklat

Zaini menambahkan, dalam syahadah tersebut dibagi menjadi 2 level. Pertama, syahadah guru pengajar Al Qur’an dan kedua syahadah baca tulis Al Qur’an yang diterbitkan oleh tim PSQ STITMA. Saat ini peserta yang ikut program tersebut sudah mencapai 120 mahasiswa. Mereka menikmati diklat yang dikemas menarik serta motivasi sesuai dengan jargon tilawati mudah dan menyenangkan.

“Selanjutnya, para peserta mengikuti diklat pola 20 jam yang diberikan dengan 2 kelas pilihan. Pertama kelas reguler setiap Sabtu mulai pukul 13.30 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Sedangkan, kedua peserta mengikuti kelas standar dengan melakukan diklat 2 hari full,” terangnya.

Sementara itu, pembukaan program ini telah dihadiri Direktur Ekskutif Pesantren Al Qur’an Nurul Falah Surabaya, KH Umar Zaini. Sedangkan, Penanggung Jawab diklat Ketua Tim PSQ STITMA Tuban ditangani M. Fauzi yang juga sebagai Sekretaris Tim Tilawati Cabang Tuban.

Pada progarm ini mahasiswa dipersilakan memilih kelas yang memungkinkan diikuti. Namun, yang paling penting mahasiswa mengikuti program ini sebagai prasyarat ujian sekripsi.(Wn)

Link Banner