Pupuk Langka, Ini Usul Anggota DPRD

oleh -744 views
USUL PUPUK : Anggota DPRD dari Demokrat Cancoko usul agar CSR sebagian untuk pupuk

 TUBAN – Saat dibutuhkan, pupuk selalu langka, sehingga membuat petani kelimpungan. Karena itu, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian harus mampu dan mau melakukan terobosan-terobosan baru.

‘’Yang paling sering terjadi gejolak, permasalahan dan juga menyulitkan petani adalah ketersediaan pupuk,’’ ujar anggota DPRD Tuban Cancoko.

Wakil rakyat asal Kecamatan Palang itu mengatakan, akibat pupuk langka, tanaman tidak bisa mendapat pupuk yang cukup. Sehingga mengakibatkan menurunnya atau tidak bisa naiknya produktifitas pertanian. Padahal, Tuban sebagian besar masih ditopang pertanian. ‘’Ironisnya, setiap tahun pupuk kimia yang menjadi rebutan, padahal efeknya buruk untuk tanah pertanian,’’ tambahnya.

Karena itu, kata dia, harus dicarikan solusi dan jalan keluar yang cepat dan tepat oleh pemerintah daerah. Salah satu dengan mensosialisasikan dan memberi contoh penerapan aplikasi pupuk nonkimia. Yaitu pupuk organik maupun pupuk hayati, baik itu berupa cair maupun dalam bentuk yg lain.

‘’Salah satu kendalanya adalah merubah mainset atau paradigma petani yang belum yakin, dan bahkan belum mau menerapkan pupuk nonkimia. Itu tantangan dinas pertanian,’’ terangnya.

Anggota DPRD dari Partai Demokrat itu mengusulkan beberapa skema terobosan baru yang bisa dilakukan. Salah satunya bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Tuban. Tterutama perusahaan besar agar mengalokasikan sebagian dana CSR nya untuk pengadaan pupuk nonkimia. Pupuk itu bisa diberikan dan disalurkan pada petani.

‘’Saya meyakini kalau itu bisa dilakukan, di Tuban tidak lagi ada yang namanya kelangkaan pupuk. Dan petani  juga tidak tergantung pada pupuk kimia,’’ beber dia.

Hal itu, kata anggota Komisi B tersebut merupakan solusi jangka panjang yang bisa segera dilakukan. Di Tuban banyak sekali perusahaan berskala besar. Misalnya Semen Indoneaia, Holcim, TPPI, PLTU,  Petrochina dan lainnya. Jika dana sebagian CSR nya dialokasikan untuk pengadaan pupuk dan diberikan pada petani, hal itu akan sanggat menguranggi beban para petani menekan biaya produksi. ‘’Sehingga para petani akan memperoleh keuntungan yang lebih dan secara otomatis akan meningkatkan pendapatan mereka. Maka petani akan sejahtera,’’ tandasnya.(rizqi)

Link Banner