Ratna Juwita Sari Janji Berjuang untuk Pemuda, Perempuan dan UMKM

oleh -10 views
PERJUANGKAN PEMUDA : Pemuda Menjadi Salah Satu Fokus Perjuangan Ratna

Wartawan : Eka Febriyani

Tabloidnusa.com – Dia adalah Ratna Juwita Sari, SE, MM. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2019-2024 mewakili Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang baru dilantik Selasa (1/10/2019)..

Dia berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur IX yang meliputi Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Perempuan kelahiran Tuban pada Maret 1984 tersebut melenggang ke Senayan setelah meraup 106.083 suara.

Kehadirannya di gelanggang politik nasional cukup menarik perhatian publik. Dia pendatang baru. Motto politik yang digunakan “Bekerja Lewat Karya”, berhasil mendudukkan dirinya sebagai salah satu anggota DPR RI termuda dari PKB.

“Bagi saya, politik itu jalan perjuangan untuk kemaslahatan orang banyak. Tak perlu banyak janji, karena cukup Bicara Lewat Karya,” tuturnya di komplek Senayan Jakarta.

Ratna menjelaskan, bahwa segmen pemilihnya jelas, yaitu pemilih muda. Kelompok perempuan, serta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menurutnya, kepentingan tiga kelompok tersebut harus dibela melalui kebijakan yang tepat di tingkat nasional.

“Pemuda, kelompok perempuan, dan UMKM harus diproteksi dengan kebijakan nasional. Dengan begitu pemerintah daerah akan mengikutinya. Tidak cukup hanya dirintis dari bawah,’’ tambahnya.

Lebih lanjut Ratna menuturkan, secara khusus, kaum pemuda dan kaum perempuan harus diberikan akses yang mudah untuk merintis usaha melalui kegiatan usaha skala mikro, kecil sampai tingkat menengah.

Oleh karena itu, kebijakan terkait UMKM harus direvitalisasi untuk menjamin percepatan kesejahteraan kaum muda dan perempuan di masa mendatang.

“Saat ini terdapat 62,92 juta UMKM di Indonesia. Namun 98,7 persen masih skala Mikro, 1,2 persen skala kecil, dan 0,1 persen skala menengah,’’ ungkapnya.

Data ini, menurut pengurus KONI Tuban ini, sangat memprihatinkan. Seharusnya Usaha Mikro harus dinaikkan separuhnya menjadi skala kecil, dan mendorong pelaku baru menjadi pelaku usaha menengah.

Dalam lima tahun ke depan, harus dirumuskan kebijakan dan program yang progresif untuk meningkatkan paling sedikit 50 persen usaha mikro menjadi usaha kecil agar dapat dipercaya oleh lembaga perbankan.

Bagi kaum muda dan kaum perempuan terpelajar, dapat disiapkan untuk membangun kelompok usaha kelas menengah.

 

“DPR dan pemerintah harus kompak dalam satu pandangan. Yaitu mengarahkan pembangunan infrastruktur serta peran BUMN, BUMS dan lembaga perbankan untuk menggerakkan UMKM agar bisa naik kelas,’’ katanya.

Istri Ketua Umum KONI Kabupaten Tuban tersebut kembali mengingatkan, bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat yang telah terbukti mampu bertahan dari berbagai krisis multidimensional dan ketidakpastian global.(yon)