Rekayasa Jadi Korban Begal, Warga Merakurak Berurusan Polisi

oleh
Kapolsek Tuban Kota, AKP Subagyo

Wartawan: Salam

Tuban,Tabloidnusa.com-Kasmonat (36) warga Dusun Bribin, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah nekat membuat rekayasa menjadi korban begal, pada Kamis (8/11/2018) malam.

Menurut Kapolsek Kota Tuhan, AKP Subagyo saat dimintai keterangan di Mapolsek Tuban, Jum’at (9/11/2018), Kasmonat membuat laporan palsu dengan mengaku sekitar pukul 18.00 WIB telah dibegal di¬†Pertigaan Jambon, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban. Saat dimintai keterangan pelaku mengaku dihadang 4 orang laki-laki berboncengan 2 sepeda motor. Ciri-cirinya berbadan tegap menggunakan masker penutup muka dan dianiaya serta diambil dompet beserta uang Rp 3,3 juta. Tak hanya itu, Kasmonat pun mengaku jika bajunya diblejeti oleh si begal.

“Kemudian, sekitar pikut 19.00 WIB Kasmonat berteriak minta tolong, lalu ada warga yang mengetahui korban tergeletak di pinggir jalan,” papar Subagyo.

Setelah itu korban dilarikan ke rumah sakit RSUD Koesma untuk dilakukan visum. Sedangkan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidiki dan melakukan olah TKP serta mendapati sejumlah kejanggalan. Sebab, setelah dilakukan tindakan medis dan pemeriksaan luar serta hasil rotgen tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka luar dan dalam.

“Jadi awalnya kita selidiki, tapi ada kejanggalan makanya kita desak agar mengaku dengan kejadian yang sebenarnya,” ungkapnya.

Setelah didesak pelaku mengaku berbohong dan merekayasa kejadian tersebut agar istrinya tidak menanyakan keberadaan uang itu. Sebab, uang tersebut akan dibayarkan hutang.

“Setelah kami mintai keterangan ternyata Kasmonat mengakui bahwa itu rekayasa, dan barang bukti disimpan di TKP di dekatnya jembatan jambon. Status korban kini masih saksi dan masih menunggu pemeriksaan selanjutnya,” jelasnya.(Lam/Wn)