Ritual Siraman Waranggono

oleh -240 views
BARIS : Para Waranggono saat baris jelang siraman

48 waronggono dimandikan air suci

SEMANDING – Sebanyak  85 pekerja seni di Tuban menjalani ritual siraman Rabu (1/11) di pemandiang Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Mereka adalah 48 waranggono dan sisanya pengrawit. Mereka dimandikan air suci, sebagai wujud penyucian niat, pikiran dan hati yang suci dalam menekuni dunia seni yang dijalani.

AIR SUCI : Wabup Noor Nahar saat menyiramkan air suci para Waranggono

Kegiatan tersebut, sebagai wujud   kepedulian pemerintah Kabupaten Tuban untuk  melestarikan budaya, khususnya seni tayub khas Tuban. Sebab, seni ini hampir punah di Bumi Wali. Pelan-pelan seni adiluhung ini tergerus zaman. Karena itu, setahun sekali kegiatan digelar sebagai upaya pelestarian yang berkesinambungan.

“Tujuannya untuk melestarikan potensi budaya tayub dan waranggono,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Sulistyadi.

Selain itu, untuk memberikan bekal dan tentang pendidikan bagi waranggono, terutama yangb pemuda. Bekal soal adab menjadi waranggono, dan tata cara pentas tayub lainnya.

‘’Setelah diwisuda waranggono ini sudah siap melaksanakan  pentas untuk menghibur masyarakat,’’ tambahnya.

MINUM : Waranggono menerima air suci untuk diminum bagian dari ritual siraman

Anita Fitriarawati salah satu waranggono yang menjalani prosesi mengaku senang dan bangga diwisuda menjadi waronggono.

‘’Karena sejak kecil saya sudah senang sekali dengan kesenian tayub. Dan, sekarang saya diwisuda,’’  ujarnya.

Perempuan kelahiran Jatirogo itu mengaku sudah ikut acara tayub hingga keluar Kabupaten Tuban, seperti Rembang dan Bojonegoro, selain di Tuban sendiri.

‘’Semakin yakin dan mantap setelah menjalani prosesi ini,’’ kata Anita sapaan akrabnya. (salam)

Link Banner