Selama 2018, ORI Difteri Dilakukan 3 Kali Serentak di Jatim

oleh -

Wartawan : Afif

Tuban,Tabloidnusa.com-PLT Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Hj Endah Nurul Kumarijati menyampaikan, untuk tahun 2018 ini Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri dilakukan sebanyak tiga kali secara serentak Se-Jawa Timur.

Diketahui, pada 2017 Provinsi Jawa Timur terjadi peristiwa outbreak. Hal tersebut disebabkan karena beberapa tahun sebelumnya hanya dilakukan Immunization satu kali secara rutin sesuai tahapan usia anak-anak secara bertahap di Kabupaten atau Kota di Jawa Timur. Hasilnya ternyata tidak efektif dan Jawa Timur berada dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Tercatat hampir seluruh Kabupaten dan Kota terkena virus Difteri. Oleh sebab itu, sebagai tindak lanjut dari peristiwa tersebut, maka perlu dilakukan gerakan imunisasi SCR yg namanya Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri di tahun 2018 secara serentak di Jawa Timur.

“Outbreak Response Immunization (ORI),m dilakukan sebanyak tiga putaran di tahun 2018. Tepatnya pada bulan Febuari, Juli dan November. Diluar tahun penyelenggaraan ORI maka imunisasi untuk difteri tetap berjalan rutin di Posyandu,” ujarnya.

Kata dia, Kabupaten Tuban termasuk daerah yang terkena virus Difteri. Pada tahun lalu sampai awal tahun 2018 tercatat 16 orang yang terkena virus Difteri. Rentan umur yang banyak terinveksi virus kisaran umur 10-14 tahun.

“Vaksin difteri dilakukan secara gratis dan diutamakan untuk anak usia 1 sampai 19 tahun, bisa dilakukan di Puskesmas, posyandu dan sekolah,” tegasnya.

Banyak orang tua yang mungkin bertanya-tanya mengapa setelah mendapatkan imunisasi anaknya mengalami panas. Dalam hal ini Endah juga menjelaskan, kondisi tersebut mungkin akan terjadi, karena sesudah cairan vaksin masuk kedalam tubuh akan menjadi antibodi. Efek yang ditimbulkan biasanya suhu badan naik (panas), tapi dari pihak Dinas Kesehatan juga sudah menyediakan obat pereda panas untuk berjaga-jaga jika ada yang mengalami demam.

“Ibu-ibu tidak usah khawatir mengenai hal tersebut, jika anak kita sebelum divaksin makan terlebih dahulu dan sesudah vaksin istirahat yang cukup hal tersebut kemungkinan tidak akan terjadi,” jelasnya kepada wartawan Tabloidnusa.com.

“Harapannya, dengan dilakukannya ORI sebanyak tiga putaran di tahun 2018 akan memberikan hasil yang lebih baik lagi,” tutup Endah.(Fif/Wn)

Link Banner