Serba-Serbi Haul Sunan Bonang

oleh -283 views
ZIARAH : Para peziarah saat memadati makamSunan Bonang

Sumur Quran Menjadi Jujugan

TUBAN KOTA – Tak kurang 10 ribu pengunjung hadir di puncak haul  Sunan Bonangtahun ini, pada Kamis (5/10) lalu. Dari pagi sore terus mengalir peziarah yang datang ke makam wali yang bernama asli Makhdum Ibrahim tersebut. Ribuan orang yang datang dari seluruh penjuru negeri itu bersimpuh di dekat pusara untuk tawasul, mendoakan Sang Wali dan berharap luberan berkahnya.

Bukan hanya berdoa di pusara, para peziarah juga mengincar air Sumur Quran yang berada di sebelah timur pusara Sunan Bonang. Para peziarah ini begitu hafal letaknya, sehingga usai berdoa mereka langsung menuju sumur tersebut. Konon, sumur berusia sekitar seribu tahun ini, merupakan sumur tua yang ada sejak jaman para wali.

‘’Saya ingin ngalap berkah dari sini,’’ ujar Mbah Dul, seorang peziarah sepuh yang berasal dari Rembang, Jawa Tengah.

Pengakuan yang sama disampaikan para peziarah yang lain. sehingga tak heran, jika para peziarah ini menyerbu sumur itu. mereka rata-rata meminum airnya, lalu membasuh muka, tangan atau bagian tubuh lain yang diinginkan. Mereka yakin air dari sumur yang berada di kompleks makam wali dan para alim di tempat itu membawa berkah dan kebaikan bagi mereka.

Tak cukup minum dan membasuh muka di tempat, karena tak jarang para peziarah membawa botol atau aneka wadah air, lalu mengisinya. ‘’Untuk bekal pulang,’’ begitu kata peziarah asal Pasuruan, Jawa Timur.

Haul Sunan Bonang memang tepat pada hari ‘keramat’ bagi sebagian orang. Hari yang diyakini mempunyai sesuatu yang berbeda dibanding hari-hari lainnya, yakni Kamis Pon malam Jumat Wage. Bagi masyarakat Jawa, malam Jumat Wage itu ‘sesuatu’ banget. Bagi warga muslim pada umumnya, malam Jumat adalah sebaik-baiknya malam, wallahu a’lam. Tapi begitulah adanya.

Haul Sunan Bonang, juga sunan-sunan lain. haul para alim selalu menjadi magnet luar biasa yang mengundang pengunjung untuk datang dan mendekat pada mereka. Budaya, kearifan lokal dan keyakinan ini menjadi tradisi dan fenomena sosial yang sungguh menggetarkan.(edy)