Setiajit Sidak Fasilitas BLK Tuban

oleh -28 views
KETRAMPILAN : Setiajit Melihat Praktek Terampil di BLK Tuban

TUBAN

Wartawan: Eka Febriyani

Tabloidnusa.com – Industrialisasi kembali masuk Tuban. Salah satunya industri besar di bidang minyak dan gas (migas) dengan masuknya proyek Kilang Tuban hasil kerjasama Pertamina dan Rosneft.

Proyek tersebut membawa investasi Rp 225-Rp 300 triliun. Karena itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pemerintah Provinsi Jawa Timur Setiajit sangat menaruh perhatian pada Tuban.

Proyek itu sejak awal dia arahkan ke Tuban, karena potensi dan kesiapan sarana pendukung ada di Tuban.

‘’Setelah proyek masuk Tuban. Maka saya tidak ingin warga Tuban hanya menjadi penonton. Saya ingin warga Tuban siap menyambut industrialisasi itu,’’ ujar Setiajit saat berkunjung ke Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban, Kamis (13/2/2020).

Dia menyebut, sebagai Koordinator Satgas Percepatan Kesempatan Berusaha Bidang Infrastruktur di Jawa Timur, dia punya tanggungjawab untuk membuka kesempatan berusaha di semua lini, termasuk masuknya investor di bidang migas.

‘’Nah, selanjutnya apa setelah proyek masuk, tentu tenaga kerja yang dibutuhkan. Di sini warga Tuban harus siap bersaing,’’ tambahnya.

Selain pendidikan formal, pejabat asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban ini mendorong pendidikan informal juga berperan.

Semua warga yang punya potensi dibekali ketrampilan untuk menunjang industrialisasi sesuai kemampuan masing-masing.

‘’BLK inikan tempat mendidik warga agar menjadi terampil. Apakah sudah siap, apakah sarana memadai dan sebagainya. Itu tujuan saya melihat langsung kondisi BLK Tuban,’’ ungkap dia.

Jika belum ada program untuk menyiapkan ketrampilan warga yang sesuai kebutuhan proyek kilang, Setiajit menyatakan harus disiapkan programnya. Begitu juga kalau sarana dan prasarananya belum memadai.

‘’Harus disiapkan semuanya. Sarana nanti bisa kita upayakan. Yang penting dipastikan bahwa semua warga yang berpotensi bisa dididik di sini. Dibekali ketrampilan sesuai bidangnya, agar bisa meraih kesempatan di sana. Harus disiapkan dari sekarang,’’ katanya.

Usai meninjau kondisi BLK, Setiajit mengatakan masih banyak sarana yang harus ditambah. Karena itu, BLK akan menerima Rp 100,9 Miliar dari APBN untuk pengembangan. Di antaranya untuk penambahan alat, membangun asrama dan sarana lain.

Untuk tahap pembangunan kilang saja, lanjut mantan Kepala Dinas Tenga Kerja provinsi Jawa Timur ini, dibutuhkan tenaga kerja 15 ribu sampai 20 ribu orang.

Pembangunan sekitar 4 tahun. Saat sudah produksi butuh tenaga kerja sekitar 3 ribuan orang. Selama kurun waktu itu, skill warga sudah bertambah dan sudah menjadi tenaga yang handal.

“Semua harus diambil orang Tuban. Makanya skillnya harus disiapkan,” tandasnya.

Sementara Kepala UPT BLK Tuban Siswanto membenarkan bakal menerima bantuan revitalisasi untuk BLK yang dia pimpin. Dana itu akan digunakan untuk menambah fasilitas dan sarana pendukung.

Selama ini, lanjutnya, berbagai ketrampilan sudah dilakukan untuk membekali skill warga. Di antaranya adalah welding, plumping atau pemipaan dan sebagainya. Juga overhead dan pengelasan di bawah laut.

BLK, kata dia, juga sudah menghasilkan 271 orang tenaga terampil pada tahun 2019 yang langsung diterima kerja di Pertamina. Di antaranya adalah satpam 31 orang, HSE K3 sebanyak 10 orang dan sisanya  K3 dasar.

“Kita sudah punya program ketrampilan serta segera dilengkapi sarana dan prasarana sesuai kebutuhan untuk proyek kilang Tuban,” katanya.(yon)