STIKES NU Tuban Gelar Wisuda Ke XIII

oleh -

Wartawan: Afif

Tuban,Tabloinusa.com-Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (STIKES NU) Tuban, Jawa Timur menggelar wisuda Ke XIII di Gedung Graha Sandia, Merakurak, Kabupaten Tuban, pada Sabtu (22/9/2018). Pada wisuda tersebut sebanyak 213 mahasiswa resmi diwisuda karena telah menyelesaikan studi akhir.

Pantauan di lapangan, wisuda tersebut dihadiri Ketua PBNU, Dr. Syahrizal syarif, M.Ph, Bupati Tuban, H Fathul Huda, Wabup Tuban, Noor Nahar Husein, Ketua DPRD Tuban, M Miyadi dan ratusan tamu undangan.

Ketua STIKES NU Tuban, Miftahul Munir mengatakan, sebanyak 213 mahasiswa yang diwisuda ini berasal dari jurusan Ners, S1 Keperawatan dan D3 Kebidanan. Kini lulusan STIKES NU tak hanya Go Nasional, akan tetapi sudah Go International.

“Lulusan mahasiswa kami saat ini sudah go international,” ujar Munir.

Sementara itu, Bupati Tuban, H Fathul Huda berharap, lulusan STIKES NU agar dapat mengembangkan potensi diri untuk masyarakat. Sebab, untuk menjadi orang sukses harus mengerti potensi diri. Jika selama diperkuliahan mendapatkan ilmu kesehatan, maka potensi tersebut patut diterapkan di masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada mahasiswa yang diwisuda. Selamat juga kepada STIKES NU yang semakin berprestasi, sebab saat ini sudah Go International. Dan prestasi ini sungguh luar biasa,” ujarnya.

Bupati yang juga Ketua Pendiri STIKES NU Tuban ini menyampaikan, bagi yang sudah diwisuda didoakan semoga ilmunya barokah dan bermanfaat. Selain itu, dengan mudah mendapatkan pekerjaan, namun semua itu dapat tercapai bila memahami dirinya masing-masing. Menjadi sukses harus mengetahui potensi diri, jika potensi sudah terdeteksi maka semakin mudah menuju kesuksesan. Namun, tentunya potensi akan muncul berkat dorongan dari para wali wisudawan. Jangan serta merta diserahkan pada lembaga sekolah atau dosen.

“Akan tetapi, sepritual dan psikologi merupakan dorongan yang berharga pada mahasiswa. Oleh seba itu, dorongan dari orang tua begitu penting agar potensi anak bisa terdeteksi,” paparnya.

Lanjut Huda menyampaikan, kendala sat ini adalah IPM. Mengapa? karena rangkingnya masih dibawah, salah satunya dibidang kesehatan. Kalau mencegah angka kematian bayi di Tuban sudah diatas nasional. Namun, angka kematian bayi diusia 3 bulan masih banyak.

“Ini perlu diantisipasi oleh mahasiswa STIKES NU ini. Terutama tamatan mahasiswa STIKES jangan nunggu SK pelantikan. Kalau sudah punya keahlian silakan berperan, itu baru namanya prestasi luar biasa,” pungkasnya.(Aff/Wn)

Link Banner