Sungguh Bejat, di Tuban Ayah Kandung Tega Cabuli Anaknya Sendiri

oleh -
Pelaku diinterogasi Kapolres Tuban. (foto:Wandi)

Tuban-Kelakuan CPS (37) warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban sungguh bejat, pasalnya ia tega mencabuli putri kandungnya sendiri hingga berulang-ulang.

Informasi yang berhasil dihimpun, Kamis (22/2/2018) di mapolres Tuban menyebutkan, korban pencabukan dan kekerasan tersebut berinisial AIV (16) yang saat ini masih duduk bangku kelas X SMK di Tuban. Parahnya, ia menjadi korban pelampiasan nafsu bejat ayahnya sejak duduk di bangku kelas IX SMP pada 2017. Tak berhenti disitu, pelaku juga kerap melakukan kekerasan pada korban sejak di bangku SD hingga SMK.

Pelaku terlihat diam saat ditanya Kapolres Tuban

Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno HR ketika merelase pelaku di mapolres Tuban mengatakan, pelaku tega melakukan pencabulan disertai kekerasan karena isterinya menderita penyakit stroke. Selama melakukan aksinya pelaku tidak dalam keadaan mabuk dan tidak terpengaruh obat-obatan terlarang lainnya. Entah apa yang ada dibenak pikirannya, CPS tega mencabuli anak kandungnya sendiri.

“Pelaku juga sering melakukan kekerasan pada korban, seperti tonjok, tampar, gunting, hingga tusuk rokok. Dan itu dilakukan sejak korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar ( SD),” ungkap Kapolres.

Mantan Kasat Intelkan Polrestabes Surabaya itu menjelaskan, kelakuan bejat pelaku terbongkar ketika korban pergi ke rumah neneknya di Dusun Tarakan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak. Dari situ neneknya merasa curiga dan melihat ada perubahan fisik korban seperti orang yang sudah berkeluarga. Akhirnya, korban didesak dan menceritakan semuanya tentang dirinya yang dianiaya dan dicabuli oleh ayah kandungnya sendiri.

“Mendengar cerita korban, kemudian kakek dan neneknya melaporkan ke Polres Tuban,” terangnya.

Akibat perbuatanya pelaku dikenakan pasal 28 JO Pasal huruf E UURI Nomor 35 Tahun 2014. Tentang perlindungan anak dibawah umur dan pasal 44 ayat (1) dan pasal UURI Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam Rumah tangga (PKDRT). Ancaman hukuman pencabulan minimal 5 tahun kurungan, maksimal 15 tahun kurungan dan di tambah penganiyayan KDRT maksimal 5 tahun penjara.

“Pelaku kami kenakan pasal berlapis, pencabulan sekaligus penganiayaan,” pungkasnya.

Sementara itu, pelaku CPS saat ditanya terkait aksinya melakukan pencabulan diserati kekerasan, ia mengaku sadar dan menyesal atas perbuatannya yang sidah dilakukan.

“Menyesal,” ujar CPS.(Salam)

Link Banner