Tiga Tempat Karaoke Ini Diblokir Warga, Kenapa ?

oleh -121 views
DIPROTES: Dump Truk Menurunkan Pedel di Depan Pintu Masuk Karaoke yang Blokir

Wartawan: Eka Febriyani

Tabloidnusa.com – Warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, tepatnya di sekitar tiga tempat karaoke geger. Pengguna jalan Tuban-Semarang juga banyak yang memerhatikan ketika beberapa dump truk menurunkan pedel atau bahan urukan di pintu masuk tempat karaoke itu.

Tiga tempat hiburan yang pintu masuknya diuruk itu adalah Happy Karaoke, Dunia Karaoke dan King Karaoke yang berada di Jalan Tuban-Semarang kilometer (KM) 5-6, Desa Sugihwaras Kecamatan Jenu. Sebanyak 10 dump truk berisi pedel diturunkan ke lokasi.

‘’Kami terpaksa menguruk karena upaya kami untuk baik-baik tidak mendapat tanggapan,’’ ujar Lasmini (52) salah satu warga yang mengaku ahli waris tanah, Senin (22/4/2019) di lokasi.

Perempuan ini kemudian bercerita soal alasan kenapa keluarganya berbuat seperti itu. Lasmini mengklaim tanah tempat hiburan malam itu berdiri adalah milik kakeknya.

‘’Saya menganggap tanah ini adalah tanah kakek saya. Semua  ada buktinya. Selama ini upaya kami untuk mencari keadilan belum dapat,’’ tambahnya.

Selain Lasmini ada ahli waris lain yang ikut ke lokasi dan menunggui serta menyaksikan proses uruk pintu masuk karaoke. Mereka adalah Kasiyati (65), Sumber Budiono (39) keponakan Lasmini dan keluarga lainnya.

Ibu dua anak itu bercerita, keluarganya sudah lama mengurus tanah kakeknya, Kartidjo seluas 13,55 hektar itu. Pihak desa semula tak mau membuka data pemilik lahan. Namun, akhirnya pihak desa mau membuka daftar buku C desa.

‘’Sesuai buku petok D yang kami pegang, luas tanah itu 13,55 hektar, dan semua masih terdaftar atasnama kakek saya,’’ ungkapnya.

Sementara Sumber Budiono menambahkan, pihaknya sudah berusaha menelusuri, karena informasinya tanah itu sudah bersertifikat. Dia berusaha menemui penguasa tanah itu saat ini untuk minta ditunjukkan sertifikatnya.

‘’Kami sudah minta ditunjukkan sertifikat tanahnya, namun sekarang tidak ada yang bisa menunjukkan. Saya menduga memang mereka tidak punya sertifikat,’’ katanya.

Karena itu, keluarganya akan terus berusaha mendapat keadilan. Karena pemilik tanah tidak pernah menjual atau memindahtangankan tanah itu ke orang lain.

Sementara, dari pihak pengelola tempat hiburan malam itu belum bisa dikonfirmasi. Sebab, saat di lokasi, tempat hiburan malam itu posisi tertutup.(yon)

 

Link Banner