Unirow Kembangkan Becak Baca

oleh -

 

Wartawan: Salam

Tuban,Tabloidnusa.com-Dunia literasi di Kabupaten Tuban semakin bergeliat. Dari situlah Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) ikut menggambil peran dan menjadi bagian pendorong budaya literasi.

Melalui program kemitraan masyarakat dari Kementerian Ristekdikti, kampus terbesar se-Karisidenan Bojonegoro tersebut akhirnya mengembangkan becak baca. Pada program ini pihak Unirow telah menggandeng Rumah Baca dan Komunitas Literasi.

Salah satu penerima PKM, Kholid yang juga salah satu dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik mengatakan, program ini berjudul upaya peningkatan minat baca masyarakat melalui becak baca di Kecamatan Semanding dan Soko.

“Kita bermitra dengan rumah baca bijaksana yang ada di Semanding dan Taman Baca di Soko,” jelasnya kepada wartawan Tabloidnusa.com.

Ia menjelaskan, becak baca awalnya pernah dikembangkan komunitas literasi di Tuban. Tapi, hanya berjalan beberapa saat. Setelah tim PKM dari Unirow melakukan observasi ternyata ketersedian becak yang menjadi persoalan. Dari situ lalu membuat program dan mengajukan ke kemenristekdikti untuk dikompetisikan. Harapannya, bisa membantu gerakan literasi dan menumbuhkan minat baca di Tuban, kususnya di dua kecamatan tersebut.

“Alhamdulillah proposal yang diajukan lolos,” jelasnya.

Ia menerangkan, becak baca yang dikembangkan ini ada modifikasinya. Selain dilengkapi musik, becak baca juga dilengkapi dengan rak buku. Dari modifikasi itu, sehingga penataan lebih rapi dan becakpun juga lebih mudah untuk dioperasikan.

Tak hanya diberikan becak, melainkan akan ada pendampingan agar gerakan literasi terus hidup dan berkembang. Tujuannya, minat baca masyarakat di Tuban terus mengalami peningkatan.

“Kami juga akan mengadakan pelatihan mendongeng agar becak tidak monoton begitu saja,” terang dia.

Kemudian, untuk diawal ini becak akan dibawa ke pusat keramain kota seperti di waktu car free day. Selain itu, becak akan difungsikan oleh masing-masing mitra. Misalkan di Kecamatan Semanding fokusnya ada di masyarakat perumahan, sedangkan di kecamatan Soko untuk masyarakat pedesaan.

“Untuk di keramain kota kita buka di Gor atau pada saat car frey day,” paparnya.(Lam/Wan)