Upacara Kemerdekaan RI, Karyawan EMCL Diminta Terus Menjaga Energi Migas

oleh -

Wartawan: Wandi

Bojonegoro,Tabloidnusa.com-Ratusan karyawan dan kontraktor Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) mengikuti upacara bendera di lingkungan Lapangan minyak dan gas bumi Banyu Urip Blok Cepu, Jumat (17/8/2018). Upacara tersebut langsung dipimpin oleh Kepala Divisi Perencanaan Ekploitasi SKK Migas, Wahyu Wibowo.

Dalam upacata itu para karyawan nampak khidmat dalam mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi. Mulai pukul 8.30 WIB mereka sudah menyiapkan barisan meski upacara dimulai pukul 09.00 WIB.

“Kita adalah pekerja migas yang mengemban amanah untuk mengisi kemerdekaan dengan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Terlebih, dalam menjaga ketahanan energi di negeri ini,” ucap Wahyu sapaan akrabnya.

Wahyu yang didapuk membacakan sambutan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi berharap, para karyawan mampu meningkatkan semangat nasionalisme di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan 17 Agustus ini. Semangat persatuan, kerukunan kebangsaaan, dan nasionalisme merupakan aset terbesar bangsa dalam menjaga ketahanan nasional. Oleh sebab itu, para karyawan haru tahu bahwa peranan industri hulu migas sngat penting dijaga. Karena menjaga ketahanan energi sngat penting dalam membentuk ketahanan nasional.

“Ketersediaan energi nasional dari migas sangat tergantung dari kemampuan memproduksi migas itu sendiri,” paparnya.

Wahyu menambahkan, Pada semester pertama tahun ini, rata-rata lifting minyak bumi telah mencapai 771 ribu barel per hari (bopd). Sedangkan, lifting gas bumi mencapai 1 juta 152 ribu setara barel minyak per hari (boepd). Sehingga, total pencapaian lifting migas Indonesia semester pertama mencapai 1 juta 923 ribu boepd atau 96% dari target APBN 2018.

“Capaian tersebut lebih besar dari capaian semester satu tahun lalu yang baru mencapai 92% dari target APBN,” tambahnya.

Kedepannya, lanjut Wahyu, hingga tahun 2025, industri hulu migas masih memiliki sedikitnya 19 proyek utama hulu migas yang masih berjalan. Diprediksi akan menarik investasi hulu migas hingga US$ 19 Milyar, dan berkontribusi menambah produksi hingga 650 ribu ribu setara barel minyak per hari (boepd). Hal ini menjadi bukti bahwa industri hulu migas masih terus berkelanjutan dan perlu untuk ditingkatkan.

“Ini bukti jika industri hulu migas masih terus berkelanjutan,” timpal Wahyu.

Ditempat terpisah, semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap negeri tercinta, juga ditunjukkan oleh karyawan yang bekerja di Kapal Alir Muat Terapung (FSO) Gagak Rimang. Meski sedang sibuk dengan jadwal lifting yang padat, para karyawan dan kontraktor sangat bersemangat mengikuti upacara bendera. Sejak pukul 06.00 WIB, di tengah laut Tuban, mereka sudah berbaris menghadap tiang bendera.

Upacara dipimpin oleh Deck Operation Supervisor, Marcello L Pattihahuan. Sedangkan proklamasi dibacakan oleh Sukarno Dedi Nugroho. “Sengaja kita menunjuk Pak Sukarno membaca teks proklamasi agar kami semakin menjiwai 17 Agustus hari Jumat ini serasa tahun 1945,” ucap Marcello.

Saat pidato, Marcello mengingatkan peserta upacara ke masa detik-detik proklamasi yang persis terjadi di Hari Jumat Pukul 10.00 WIB. Dia membawa semangat di Jalan Pegangsaan Timur 56, 73 tahun yang lalu itu ke atas dek kapal penampungan minyak dari Lapangan Banyu Urip itu. Hadir pula di sana perwakilan Divisi Karantina Kementrian Kesehatan, Port Authority, bea cukai, dan SKK Migas.

“Kami ingin menujukkan bahwa proyek negara ini adalah kebanggaan bangsa, milik kita bersama,” tutup Marcello.(Wn)