Warga Ring 1 TPPI, Gembok Pintu Masuk

oleh -
Penyegelan pintu masuk Pt TPPI

Tuban-Gabungan warga ring satu Kilang Minyak PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban mengggelar aksi demo di depan pintu masuk dan menyegel pintunya, Selasa (13/3/2018).

Dalam aksinya selama tiga jam yang dimulai sekitar pukul 06.00 WIB sampai sekitar Pukul 09.00 Wib. Mereka belum ditemui pihak dari TPPI, dan akhirnya mereka malakukan penyegelan pintu masuk.

Selama aksi mereka menuntut 4 poin terkait perekrutan tenaga kerja, sebab kebanyakan pekerja TPPI berasal dari luar ring satu.

Tuntutan 4 poin itu diantaranya,

1. Pelamar harus dari ring satu warga Desa Tasikharjo, Remen dan Porworejo yang mengajukan pendaftaran.

2. PT TPPI harus siap memberikan jumlah kuota pasti untuk bagi ring satu, dengan presentase 70 persen dari jumlah yang dibutuhkan.

3. Proses seleksi ( tes tulis dan prakaktek ) khusus bagi ring satu harus ada pihak dari desa.

4. Proses seleksi harus dilaksanakan di desa setempat.

Upaya penyegelan oleh warga

“Kami minta 70 persen warga ring satu di terima kerja di TPPI,” jelas Retno Warga Desa Tasikharjo saat ditemui di lokasi demo.

Retno menjelaskan, terkait penyegelan pintu masuk, akan dilakukan selama tiga hari. Jika sampai tiga hari tidak ada perwakilan dari pihak TPPI menemui warga. Tindakan penyegelan akan berlanjut dan berdemo dengan mendatangkan massa yang lebih banyak.

Sementara itu, warga lain, Mohammad Aji saat di wawancarai di depan beberapa awak media mengungkapkan, aksi ini digelar selama tiga hari, mulai Selasa (12/03/2018) sampai Kamis (14/03/2018). Aksi ini demi kebaikan anak cucu kelak, bukan untuk kebaikan diri sendiri.

“Aksi ini bukan aksi untuk kebaikan kita sendiri, melainkan untuk kebaikan anak cucu kita. Untuk itu, kita berharap yang mengajukan lamaran semua diterima, malah bukan dipilah-pilah,” sarannya.

Terpisah, General Manager (GM) TPPI Tuban, Hadi Chairunnas menanggapi aksi warga Ring 1 mengungkapkan, selama ini dalam perekrutan tenaga kerja sudah berkoordinasi dengan desa, kecamatan, bahkan Dinas Penanaman Modal PTSP dan Tenagakerja.

“Selama ini dalam perekrutan tenaga kerja kami sudah sesuai prosedur dan transparan,” terangnya.(Salam)

Link Banner