Wilayah Bancar Diterjang Puting Beliung, Ratusan Atap Rumah Berterbangan

oleh -
Rumah roboh akibat puting beliung di Desa Siding.(foto:Ist)

Wartawan: Salam

Tuban,Tabloidnusa.com-Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kecamatan Bancar, Kabupten Tuban, kemarin sore Minggu (23/12/2018) menimbulkan angin puting beliung. Sebanyak 200 rumah warga Desa Siding, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban rusak parah usai diterjang angin puting beliung tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, jejadian terjadi sekitar pukul 17.00 WIB telah memporak-porandakan atap ratusan rumah warga. Selain itu, ada 2 rumah warga roboh dan 1 bangunan sekolah TK ambruk tertimpa pohon besar. Dua rumah itu milik Yatman (43) dan Karju (65) warga setempat.

Camat Bancar Danarji saat di konfirmasi Tabloidnusa.com menjelaskan, pada sat itu kondisi cuaca di wilayah Kecamatan Bancar hujan gerimis disertai agin kencang dari arah Barat daya melaju ke arah timur laut. Kemudian, angin itu menerjang ke pemukiman warga padat penduduk. Melihat kejadian tersebut warga keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Kejadian tersebut mengakibatkan 2 unit rumah roboh dan 1 unit Gedung TK Dharma Wanita Desa Siding tertimpa pohon besar, dan 147 rumah warga rusak ringan,” ungkap Camat asal Semanding ini.

“Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Akan tetapi, warga mengalami kerugian materi ditaksir hingga Rp 150 juta,” tambahnya.

Sementarai itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tuban menghimbau, kepada seluruh masyarakat agar tetap mewaspadai ancaman bencana angin puting beliung. Sebab, bencana puting beliung bisa saja terjadi di setiap wilayah.

“Untuk Musim hujan seperti ini biasanya ada angin kencang yang bisa terjadi sangat cepat,” jelas Staf Prakiraan Cuaca BMKG Tuban, Atintri Pamungkas.

Ia menjelaskan, saat ini BMKG sudah menggunakan alat Automatic Weather Station (AWS) untuk mendeteksi potensi angin puting beliung di Kabupaten Tuban. Tetapi, hanya ada satu saja yang dipasang di Kecamatan Jenu dan Merakurak dengan radius hanya sekitar 5 kilometer.

“Saat ini BMKG belum memiliki alat pendeteksi terjadinya angin puting beliung yang dipasang di sejumlah titik lokasi rawan bencana,” tutupnya.(Lam/Wn)