Yang Tersisa dari Haul ke 46 KH Ali Mansyur

oleh -639 views

 

Kiai Mansyur Itu ….

HADIRI HAUL : Ketua PBNU KH Said Aqiel Siradj Hadir dalam Haul Kiai Ali Mansyur

RENGEL – Suasana hingar bingar dan kemeriahan haul ke  46  Kiai Ali Mansyur As-Sidiq masih terasa. Haul penyusun salawat Badar ini diperingati, di halaman Yayasan Roudhotut Tholibin, Maibit Rengel, Tuban. Kegiatan juga tayangkan langsung sebuah stasiun televisi swasta.

Ketua PBNU KH Said  Aqiel Siraj hadir langsung dalam kemeriahan tersebut. Di lokasi, Kiai Said dampingi Ketua PCNU Tuban H.Mustain Syukur, bersama para habaib dan kiai dan pejabat lainnya.

Kiai Said mengurai banyak hak dalam tausiyahnya.  Salah satunya adalah tentang salawat Badar. Dia mengatakan, salawat itu adalah sebuah sentuhan yang penuh makna akan rasa mahabbah kepada Baginda Nabi dalam menghadapi tentara kafir Quraisy.  Juga penyemangat hidup dan sebagai salawat milik NU untuk dunia.

‘’Salawat Badar ini banyak yang mengira karangan orang Arab. Ehh ternyata karangan orang Jawa asli. Luar biasa, saya akan sebarkan salawat ini sampai dunia. Saya besok ke Tunisia,  saya akan senandungkan salawat ini,’’ ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, PBNU menganugerahkan gelar pejuang kebudayaan untuk Kiai Ali Mansyur. Penghargaan diterima langsung oleh keluarga yang di wakili putra pertama Kiai  Syakir Ali saat PBNU dipimpin

Gus Dur di sela sela Muktamar ke 28 di Krapyak, Jogjakarta.

Sejak tahun 1935  Kiai Ali Mansyur sudah termasyhur. Selain sebagai penggubah salawat Badar, juga pernah menjabat menjadi anggota  konstituante dari NU. Juga pegawai negeri pertama dari kalangan Bani shidiq.

‘’Salawat Badar adalah sebagai penyemangat hidup. Kiai  Mansyur meninggalkan atsar ruhaniyah  yang luar biasa, tak bisa di nilai dengan materi,’’ kata kiai asal Cirebon ini.

Sementara, KH Agus Ali Masyhuri, pengasuh pondok pesantren Bumi Salawat, Tulangan, Sidoarjo, mengatakan, salawat itu memang karya luar biasa. Karya besar buah  kecerdasan spiritual dengan memberikan  semboyan untuk semangat berjuang yang kokoh. ‘’Mbah yai mempunyai kemampuan menulis yang luar biasa dengan ilmu balaghohnya. Semoga kita bisa meneruskan mengumandangkan salawat badar sebagai generasi penerus.Salawat Badar sebagai salawat wajib warga NU dan penyemangat dalam memerangi PKI waktu itu,’’ ungkapnya.

Ketua PCNU Tuban Mustain Syukur mengatakan, Kiai Ali Mansyur adalah waliyullah dengan tauladan yang baik untuk umat. Kiai Mansyur ulama NU yang lahir dan dibesarkan di keluarga NU. ‘’Sehingga NU menjadi organisasi yang penuh barokah dengan adanya doa dan perjuangan para wali termasuk Kiai Mansyur ini,’’ katanya.

Hal yang sama disampaikan Bupati Tuban H.fathul Huda melalui video kirimannya. Selaku kepala daerah, dia akan memberikan penghargaan kepada Kiai Mansyur dengan menjadikan nama jalan di Kota Wali. Bupati juga mengajak untuk selalu mengambil hikmah dan motivasi akan karya besar itu.

Ketua panitia haul, Ahmad Saiful Islam mengajak seluruh hadirin, khususnya kaum Nahdliyyin untuk selalu mengenang Kiai  Mansyur sebagai tokoh besar negeri ini.

‘’Terimakasih pada semua yang hadir , mari selalu mengenang jasa beliau  sebagai tokoh besar umat islam khususnya warga Nahdliyyin ini,’’  kata putra ke 6 Kiai Mansyur  tersebut. (edy)

 

Link Banner